Proses Pengenalan Pola Visual dengan GESTALT PSYCHOLOGY

2009 August 12


Gestalt Psychology adalah salah satu pendekatan pengenalan pola visual dalam pattern recognition

Pengenalan pola didasarkan atas persepsi terhadap keseluruhan pola stimulus. Beberapa stimulus akan dipersepsikan dengan cara yang sama oleh sebagian besar orang. Sebagai contoh, jika ditunjukkan stimulus berikut :

stimulus-gestalt-psychology
Sebagian besar orang akan mengenali dan menyebutkannya sebagai segi empat.

Cara kita mengorganisasikan dan mengklasifikasikan stimulus visual telah dipelajari oleh psikolog Gestalt pada awal abad 20. Pengenalan pola menurut mereka melibatkan keseluruhan stimulus yang bekerja bersama menghasilkan suatu kesan yang lebih dari sekedar totalitas penjumlahan dari penginderaan terhadap bagian-bagiannya.

Menurut Wertheimer (1923), beberapa pola stimulus cenderung diorganisasikan secara alami (spontan). Sebagai contoh, kesan anda terhadap gambar berikut cenderung adalah seri delapan buah titik.

stimulus-gestalt-psychology2

Jika titik-titik tersebut membentuk pola sebagai berikut :

stimulus-gestalt-psychology3
Anda cenderung melihatnya sebagai empat set pola dua titik.

Apabila titik-titik disusun sebagai berikut :

stimulus-gestalt-psychology4
Anda akan cenderung melihatnya sebagai segi empat, segi enam dan segi tiga.

Perhatikan cara mata kita mengorganisasikan arah ke mana segitiga menunjuk. Lihatlah gambar berikut selama beberapa detik, dan anda akan melihat perubahan arah segitiga dari arah yang satu kearah yang lainnya. Salah satu penjelasan terhadap perubahan ini adalah bahwa “mind’s eye” selalu berusaha mencari alternatif organisasi persepsi. Dalam hal ini, stimulus yang masuk ke retina adalah sama, tetapi interpretasinya berbeda.

stimulus-gestalt-psychology5

Tokoh psikologi Gestalt, khususnya Kohler memiliki asumsi : organisasi spontan terhadap pola merupakan fungsi dari stimulus sendiri dan hanya sedikit berkaitan dengan pengalaman subjek sebelumnya. Namun berdasarkan riset-riset (beberapa riset merupakan penelitian lintas budaya), nampaknya “pengorganisasian alami” terhadap pola lebih berhubungan dengan sejarah persepsi (pengalaman) subjek.

Penekanan psikolog kognitif dalam mempelajari rekognisi pola lebih pada struktur dan proses internal yang berkaitan dengan rekognisi pola yang kompleks, tidak seperti studi gestalt mula-mula yang menekankan karakteristik stimulus sederhana.

2 Responses leave one →

Trackbacks & Pingbacks

  1. Tugas Kecerdasan Buatan – Materi “Pattern Recognition” atau “Pengenalan Pola” « Atmahadli's Blog
  2. Proses Pengenalan Pola Visual dengan PERSPEKTIF CANONIC « Atmahadli's Blog

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS